Seperti yang sudah kami ceritakan sebelumnya, proses memilih SD sebenarnya sudah dimulai sejak memilih TK. SD yang kami tuju adalah SD yang masih satu yayasan dengan TK anak saat ini. Sebagian besar dari proses memilih sekolah sudah seperti takdir. Sebab sekolah yang satu visi dengan pendidikan agama yang kami inginkan serta paling dekat dengan rumah adalah SD yang kami tuju ini. Ditambah lagi kami memiliki kesempatan mengenal lingkungan sekolah jauh sebelum anak bersekolah. Mengenal guru-gurunya, yayasannya, anak-anak yang sudah bersekolah di sana. Kami punya kesempatan melihat sekolah ini tumbuh, dan kami ingin anak kami tumbuh di sekolah tersebut.

Memilih Sekolah
Setiap keluarga pasti memiliki arah pendidikan atau gambaran harapan yang anak dapatkan dari tempat belajarnya. Memang, tidak semua orang memiliki keluangan untuk memilih. Banyak orang tua yang harus berdamai antara harapan pendidikan anak dengan kondisi yang mereka miliki. Saat Allah memberi kita keluangan untuk memilih, maka pilihlah dengan cermat apa yang kita berikan untuk anak, terutama dalam hal pendidikan.

Bagi kami, sekolah bukan sekedar tempat anak untuk menuntaskan wajib belajarnya. Sekolah adalah dunia yang pertama kali anak kenali. Selain inti pendidikan yang diberikan, lingkungan sekolah (sosok guru dan teman-temannya) adalah dunia percontohan yang anak akan tumbuh di dalamnya. Ia akan mencontoh guru-gurunya dan juga teman-temannya. Saat tiba masanya anak-anak akan lebih mendengarkan dunia luar dibandingkan orang tuanya, maka bukankah kita harus pikirkan dunia seperti apa yang akan ia lihat, dengar, dan contoh?

Tentu, tidak akan ada yang sempurna. Setiap sekolah pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Calon siswa beserta orang tuanya pun tak ada yang sempurna. Kesamaan arah pendidikan dan komitmen sekolahlah yang harus menjadi dasar kesepakatan bersama. Barulah setelah itu kita pertimbangkan tentang jarak rumah-sekolah (berkaitan akomodasi transportasi dan waktu tempuh), biaya sekolah, fasilitas yang anak terima, dan pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Kenapa Harus Memilih?
Karena itu hak pendidikan anak. Artinya kewajiban kitalah sebagai orang tua yang memilihkan pendidikan dan lingkungan pendidikan terbaik untuk anak. Coba deh ayah-bunda baca artikel Hak Pendidikan Anak dalam Islam ini, poin 4 dan 5 menurut kami sangatlah berkaitan dengan pemilihan lingkungan sekolah.

4. Salah satu hak anak yang wajib ditunaikan orang tua adalah hendaknya anak melihat dari orang tuanya dan dari masyarakatnya akhlak yang bersih, jauh dari hal yang merubah fitrah dan menghiasi kebatilan, baik akhlak yang dibenci itu berupa kekafiran atau bid’ah atau perbuatan dosa besar.”
Referensi : https://almanhaj.or.id/2157-hak-hak-pendidikan-anak-dalam-islam.html

“5. Diantara hak-hak seorang anak yang wajib ditunaikan orang tuanya hendaknya seorang anak tumbuh bersih, suci, ikhlas dan menepati janji. Dan hendaknya dia dijauhkan dari orang-orang yang melakukan perbuatan syirik dan kesesatan, dan perbuatan bid’ah serta maksiat-maksiat, serta perbuatan-perbuatan yang memperturutkan hawa nafsu. Bahaya perangai jelek ini sangat besar, tidaklah orang-orang menjadi rusak melainkan disebabkan berteman dengan orang-orang yang jahat. Dan tidaklah orang-orang menjadi baik melainkan disebabkan oleh nasehat orang-orang yang baik. Dan dalam suatu perumpamaan dikatakan seorang teman itu akan menarik temannya (menarik kepada kebaikan atau kejahatan). Jika kita menjauhkan anak-anak dari teman duduk yang buruk (jahat), berarti kita telah memberikan kepada anak-anak itu salah satu dari hak-haknya yang paling besar.”
Referensi : https://almanhaj.or.id/2157-hak-hak-pendidikan-anak-dalam-islam.html

Begitu besar kewajiban kita menjaga agama anak-anak. Poin besar di dalamnya adalah pengaruh lingkungan terhadap agama anak. Sehingga tidak ada jalan lain selain kita pikirkan, pilihkan, dan perjuangkan.

Cerita Orang Tua
Tidak semua keluarga ada dalam kondisi yang luang atau ideal untuk memilih. Setiap kita pasti memiliki kondisi-kondisi khusus baik dari segi finansial, jarak rumah-sekolah, ketersedian pilihan sekolah yang se-visi, dst. Banyak keluarga yang mengambil keputusan besar demi meraih sekolah yang diinginkan. Ada juga yang harus mencari alternatif solusi pemenuhan hak pendidikan anak sesuai dengan kondisi yang dimiliki. Apa pun jalan yang ayah-bunda pilih, semoga Allah mudahkan segala urusannya ya ayah-bunda.

Ada berbagai cerita orang tua dalam memilih sekolah anak. Diantara yang kami ketahui, ada keluarga yang memutuskan pindah rumah mendekat ke sekolah anak yang diinginkan. Pindah ini bukan sebatas pindah perumahan, tapi bahkan pindah provinsi. Ada ayah yang memilih menempuh perjalanan kerja berjam-jam demi anaknya bisa menempuh rumah-sekolah lebih dekat. Ada keluarga yang memutuskan untuk homeschooling karena tidak mendapatkan pilihan terbaik untuk pendidikan anaknya. Ada keluarga yang memilih anaknya sekolah online, demi anak tetap bisa mendapatkan pendidikan agama dan umum yang se-visi namun kondisi finansial yang tidak memungkinkan untuk masuk ke sekolah offline yang tersedia. Banyak keluarga yang hari ini tidak takut memilih pendidikan non-formal demi anak mendapatkan pendidikan yang diinginkan (setelah itu mengambil paket ujian penyetaraan).

Belajar dari cerita-cerita orang tua lainnya akan sangat membantu kita mencari solusi terbaik untuk pendidikan anak. Jangan ragu untuk saling bertanya dan berbagi cerita ya ayah-bunda.

bersambung… Persiapan Anak Menuju Sekolah Dasar

Gita Nadia Parenthood

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *