
Tidak bisa dipungkiri suasana hati, energi, dan fokus kita sebagai perempuan setiap bulannya dipengaruhi oleh siklus bulanan menstruasi. Sehingga menuntut diri untuk bisa stabil secara mental dan emosional secara terus-menerus adalah hal yang tidak realistis. Dalam kondisi normal saja, kita bisa kehilangan kesabaran dan kontrol diri saat menghadapi pemicu stres yang sama secara berulang-ulang. Apalagi saat tubuh memang sedang bergejolak. Jadi, terima dulu keterbatasan ini ya Bu..
Naik turunnya hormon bukan hal yang bisa kita hentikan. Bukan juga untuk kita lawan. Yang bisa kita lakukan hanyalah menjaga kondisi kesehatan fisik dan mental kita secara umum untuk membuat gejala PMS menjadi lebih ringan dan fasenya terlewati dengan baik. Dengan begitu, semoga hari-hari jernih kita menjadi lebih panjang ya Bu.
Catat Siklus Pribadi
Dengan mengetahui siklus pribadi, kita bisa memperkirakan atau memastikan kita sedang di fase apa. Saat fisik dan emosional sudah mulai menunjukkan tanda-tandanya, kita bisa periksa apakah sudah memasuki fase pra-menstruasi atau belum. Kita juga bisa pantau berapa hari dalam sebulan energi, mood, dan fokus yang paling tinggi. Harapannya, kita bisa mengenali diri dan mengelola hari-hari dengan lebih baik.
Jaga Kesehatan Tubuh
Gejala PMS bisa terasa lebih ringan jika kesehatan tubuh kita terjaga. Mulai dari pola makan, olahraga ringan, jaga hidrasi tubuh, dan prioritaskan tidur meski sebentar. Ternyata, makanan dan minuman manis bukanlah jawaban yang tepat untuk fase ini Bu. Makanan dan minuman manis bisa meningkatkan mood kita dengan cepat tapi ia juga bisa menurunkan mood dengan cepat lagi setelahnya. Jadi kurangi gula dan kafein adalah hal yang sebaiknya kita lakukan untuk bantu kestabilan mood. Kekurangan air putih di masa ini juga bisa memperparah mood kita. AAAKKK 🙁 tapi yaudah kita coba dulu yuk.
Kurangi Noise yang Masuk ke dalam Kepala
Bisa dengan kurangi jumlah waktu scroll medsos atau kurangi informasi yang masuk. Lebih baik lagi tentu dua-duanya dijalankan. Suatu hari aku pribadi pernah ada di titik super kewalahan bahkan sampai mau muntah. Curiganya disebabkan banjir informasi dari scroll medsos. Di titik itu aku baru sadar sepertinya medsos memberikanku terlalu banyak informasi yang sebenarnya tidak aku perlukan, atau setidaknya belum aku perlukan saat ini. Di saat itu juga aku putuskan untuk unfollow berbagai akun yang menurutku hanya membuat kepalaku terlalu berisik. Saat ditotal, ada sekitar 330 akun yang aku unfollow. Wow banget gak tuh? Aku putuskan untuk batasi sumber informasi yang aku butuhkan.
– Topik parenting kurang lebih hanya 3 akun
– Dokter anak kurang lebih hanya 3 akun (wajib yang nada edukasinya punya empati dengan para ibu)
– Media massa kurang lebih hanya 3 akun
– Unfollow semua akun MPASI karena sudah lewat masa MPASI
– Unfollow semua akun stimulasi anak (cari saat dibutuhkan saja daripada dibanjiri informasi stimulasi yang sering membuat kita merasa bersalah kalau tidak kita lakukan)
– Unfollow akun resep makanan (cari saat dibutuhkan saja)
– Unfollow akun brand-brand baju atau perlengkapan rumah (cari saat dibutuhkan saja)
Yang paling menjengkelkan dari itu semua sebenarnya gaya komunikasi informasi hari ini yang umumnya dibungkus dengan click bait. Yang dengan sengaja memancing berbagai emosi kita dengan cepat untuk memberikan engagement pada akun mereka. Bahkan informasi yang diberikan seringkali tidak utuh karena yang mereka prioritaskan adalah menggaet perhatian kita.
Aku pribadi sangat mendukung untuk enyahkan semua informasi yang belum dan tidak kita perlukan Bu. Sedikit banyak, setiap postingan yang lewat akan masuk ke kepala kita. Memenuhi kepala, membuat kewalahan, padahal tidak dibutuhkan. Lebih baik kita yang secara satu arah mencari informasi sesuai konten dan kapan waktu kita membutuhkannya. Sejauh ini, upaya yang satu ini cukup membantuku merasa lebih baik.
Kurangi Standar atau Tuntutan
Saat memasuki masa pra-menstruasi, apalagi saat gejala-gejala fisik dan emosional sudah mulai muncul sebaiknya kita dengan sadar menurunkan ekspektasi/standar/atau tuntutan pada diri sendiri dan keadaan Bu. Jangan menuntut diri untuk terus 100% padahal kondisi fisik dan emosional kita saja tidak dalam kondisi 100%. Ini bukan bentuk melemah-lemahkan diri. Melainkan memahami, merawat, dan mengelola diri sendiri.
Bantu Tubuh Lebih Nyaman
Apa yang bisa membantu tubuh Ibu lebih nyaman saat ini? Mandi air hangat? Pasang aromaterapi? Minum vitamin? Sedikit pijatan relaksasi? Tidur dengan lelap sejenak? Mari kita upayakan cara-cara yang sekiranya membantu tubuh kita merasa lebih baik dan nyaman Bu. Alat elektronik saja butuh istirahat (tidak diforsir) dan pemeliharaan berkala untuk bisa berumur panjang, mengapa kita malah merasa bersalah saat merawat diri sendiri?
Semakin kita terbiasa memelihara diri semoga semakin stabil pula kondisi fisik, mental, dan emosional kita. Yang artinya, semoga menjadi lebih panjang juga jumlah hari-hari jernih kita. Semoga Allah mudahkan semua upaya kita untuk mempertahankan dan menambah jumlah hari-hari jernih itu ya Bu.