Keterangan Saksi: Sejauh Mana Dapat Diandalkan?

Penulis: Gita Nadia Pramesa, S.Psi
Dipublikasi pada: Maret 20, 2023

Aparat Penegak Hukum (APH) seringkali meminta saksi mengingat secara detil peristiwa yang terjadi, mulai dari tanggal, jam, lokasi, siapa yang terlibat, urutan kejadian, gerak-gerik pelaku, pakaian pelaku, pakaian korban, dan informasi detil lainnya (khususnya pada saksi yang berada langsungdi TKP). Hal ini dapat dipahami, mengingat pentingnya kedudukan keterangan saksi sebagai alat bukti dalam hukum acara pidana. Keterangan yang diberikan Saksi kerap diharapkan dapat membantu Hakim guna mendapatkan keyakinan tentang tindak pidana yang terjadi. Namun, proses penggalian informasi ini selalu menjadi momok tersendiri bagi APH maupun saksi itu sendiri. Kebingungan atau kesulitan saksi dalam mengingat atau menjawab pertanyaan terkait detil peristiwa, sering memunculkan anggapan bahwa keterangan saksi tidak dapat diandalkan. Lebih jauh, saksi dianggap berbohong karena kesulitan menjawab pertanyaan, mengubah keterangan, bahkan memunculkan keterangan baru dalam persidangan.

Baca selengkapnya